Lukisan "Vampyr" karya Edvard Munch.
Sekitar tahun 1932, Paul Gaugain berencana menerbitkan sebuah buku yang berisi tentang para pelukis dan karyanya yang layak diperbincangkan. Salah satu dari pelukis yang karyanya dipilih adalah Edvard Munch, dan lukisan yang dipilih oleh Gaugain dari karya Munch adalah sebuah lukisan yang berjudul "Vampire."
Namun, Munch menulis surat kepada Gaugain agar jangan karya tersebut yang dipilih, tetapi pilihlah yang berjudul "Flower of Love" katanya dalam surat itu. Permintaan Munch itu menimbulkan spekulasi, mengapa ia tidak "pede" terhadap karya yang disebut sebagai "Vampire" itu?
Selidik punya selidik, meski belum tentu benar, karya berjudul "Vampire" itu sebenarnya diniatkan berjudul "The Lovers." Dalam lukisan itu tergambar seorang perempuan berambut kemerahan tengah mengecup mesra seorang lelaki yang terbenam dalam pelukannya, tepat di bagian tengkuk.
Adalah sahabat Munch yang biasa dipanggil Stechu yaitu Stanisław Przybyszewski yang menyebut bahwa lukisan itu memperlihatkan seorang lelaki yang submisif (menyerah) dan wanita itu dengan rambut merahnya terlihat seperti sosok vampire lengkap dengan cipratan darah.
Meski Munch menjelaskan bahwa lukisan itu adalah kecupan mesra seorang perempuan terhadap kekasihnya, Stechu tetap mengatakan bahwa itu lukisan sosok vampire tengah menyesap darah seorang lelaki. Dan untuk menyanggah pendapat Stechu, Munch melukis berulangkali adegan sepasang kekasih itu dengan beragam cara dan beragam media.
Namun, Stechu tetap kekeuh dengan pendapatnya, sehingga Munch pun menyerah dan mengganti judul lukisannya menjadi "Vampire." Meski begitu, agaknya Munch menyesali keputusannya itu. Buktinya, ketika lukisan tersebut hendak dimunculkan dalam buku Gaugain, Munch meminta agar diganti saja.

Komentar